Tampilkan postingan dengan label ilmu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Oktober 2021

Tipe-tipe Anak Kecil Ketika Shalat

Anak-anak mengaji setelah shalat

Aku sering memperhatikan beberapa anak kecil yang shalat di masjid ini. Tingkah mereka yang polos memang terkadang lucu, gemesin dan seringnya ngeselin sih. Gimana nggak ngeselin kalo pas kita sedang shalat (yang susah banget buat Khusyu’) mereka malah begini, nih. Check it out !

Minggu, 28 Maret 2021

Kumpulan Maqolah Sahabat & Tabi'in Nabi Muhammad SAW



            Postingan kali ini adalah ringkasan-ringkasan yang ada di buku saya sewaktu masih menjadi santri di salah satu pondok pesantren di Jawa Tengah. Sebenarnya ini adalah postingan 10 tahun yang lalu, tapi kembali saya up. Cekidot dan semoga bermanfaat :

1. Hati tertutup oleh tiga hal; Senang dengan yang ada, susah terhadap yang hilang dan gembira dengan pujian (Ibrahim Bin Adham)

2. Kebaikan akan melahirkan kebaikan-kebaikan lainnya, begitu pula dengan keburukan akan melahirkan keburukan-keburukan lainnya (Al Imam Ibnu Katsir )

Rabu, 04 November 2015

AYO SHOLAT BERJAMAAH !

Dulu, bapak-bapak jamaah masjid disini sangat banyak. Ketika mereka berkumpul, canda tawa selalu teriringi di sela-sela obrolan mereka. Baik itu ketika selesai shalat Maghrib/Shubuh maupun ketika berkumpul pas ada acara Tahlilan. Rasanya menyenangkan ketika melihat orang-orang tua itu rajin meramaikan kegiatan masjid.
Kemudian, aku menjadi saksi perginya satu per satu dari mereka.  Ada yang pergi karena pindah rumah seperti Abah Mansyur dan Pak Mujiono. Ada yang pergi “mendadak” tanpa alasan, pindah jamaah entah itu di masjid lain atau bahkan shalat di rumah. Ada pula yang pergi untuk menghadap Allah SWT. Orang-orang yang begitu rajin meramaikan kegiatan-kegiatan masjid begitu saja dipanggil oleh-Nya. Disamping fakta bahwa para almarhum memang sudah berumur “cukup”, perginya mereka meninggalkan suatu bekas yang nampaknya tidak tergantikan.
   
Doc. Pribadi


Contoh, biasanya ketika sedang ada pengajian, di pojok kanan masjid duduk seorang bapak Anwar (Alm). Sekarang tak ada lagi. Biasanya ketika jam sudah menunjukkan pukul 01:30 dinihari sudah ada pak Harno (Alm) mendirikan shalat sunnah qiyamul lail. Dan banyak lagi hal-hal yang biasa ada, namun kini tidak ada lagi.
Sayangnya kepergian sebagian jamaah tersebut, tidak tergantikan oleh anak-anaknya. Itu dalam skala mikro, makronya adalah para pemuda di komplek ini memang seperti enggan untuk menjejakkan kaki mereka di pelataran masjid.
Para pembaca sekalian yang semoga dirahmati oleh Allah. *ehm* Adalah hal yang dianjurkan bagi para orang tua untuk membawa serta anak-anak mereka ketika shalat berjamaah di Masjid. Aku nggak ngarang lho, setidaknya itu menurut buku yang aku temukan di rak Quran masjid al-Ikhlas BPI Semarang.
Mbok ya kalo mau masuk surga tuh ajak-ajak, jangan pengennya kesana sendirian. Ketika kalian mau jamaah ke masjid ya ajak lah sebanyak mungkin yang bisa diajak; bapak, ibu, terutama anak-anak dan usahakan para asisten rumah tangga juga diajak. Disini, aku jarang sekali melihat orang yang datang ke masjid ramai-ramai satu keluarga. Ada pak A tapi datang ngga sama istrinya. Ada istri tapi nggak dateng sama suaminya. Ada anaknya, tapi ngga datang sama orang tuanya. Ada orang tua, tapi ngga shalat sama anaknya. Sendiri-sendiri. nafsi-nafsi. Padahal ini masih di dunia belum di padang Mahsyar lho. Belum waktu kiamat juga tapi udah nafsi-nafsi.
Sekali lagi, ajak lah mereka. Matikan tv mereka, rampas hape mereka ketika adzan sudah berkumandang. Ajak mereka semua berjamaah di Masjid. Jangan kalian pergi sendiri, aktif jamaah sendiri. Supaya ketika kalian yang rajin berjamaah tiada, anak-anak kalian bisa menggantikan, meneruskan atau minimal bisa merepresentasikan sosok kalian.
“waaah, itu Mas Imut anaknya almarhum pak sigit ya?” kata pak Far
“iya, rajin ya shalatnya. Kayak bapaknya.” Timbal pak Vir
Itu yang aku maksud dengan merepresentasikan.
            Kalo dari pemerintah ada gerakan #Ayomondok. Sekarang mari kita galakan sebuah gerakan #AyoJamaah #AyoMasukSurgaBareng-Bareng. Ingat? Perbandingan shalat sendiri dengan shalat berjamaah adalah 1:27, kan?

NB:
ternyata Aku bisa juga bikin artikel serius. 

hehehehehehehehehehehe

Kamis, 19 Februari 2015

Bahasa Ngapak (2): Menunjukkan Ketidakpercayaan

ader? *dok pribadi

Namanya orang Indonesia itu umumnya memiliki dua sifat dasar; Kepo dan Ngga percayanan. Maksud saya sih sebenarnya, udah kepo nggak percayanan lagi. Aku jujur sering menemukan sesosok manusia yang seperti itu lho, guys. Contoh; “eh, Guh... shalat fardhu itu hukumnya apa sih?” aku jawab, “ooh, shalat fardhu ya hukumnya wajib banget tho.” Eh, dia malah balas, “Masa??? Bohong ah.” Ini gimana ceritanya, dia tanya tapi dia yang mengingkari
.
Nah, di kehidupan sosial masyarakat ngapak juga demikian. Kali ini aku akan mengajari kalian 3 kata yang sering ditunjukkan warga ngapak ketika sedang menunjukkan ketidakpercayaan. Ketiga kata itu adalah; Ader, Loken & Sung. Ader, dibaca apa adanya dengan pengucapan (e) seperti kata (entah). Loken, pengucapan (e) diucapkan seperti ketika sedang mengatakan (Embrio), mungkin kalau aku nulisnya ader dan lokEn begitu, kalian bisa membedakan cara memprononsasikan kedua kata itu. Sedangkan sung dibaca apa adanya, kalian tidak perlu mengucapkannya menjadi sang atau sunj, tetep dibaca sung.
Sama seperti ketika kalian mengucapkan kata, “masa” ketiga kata itu juga diucapkan dengan menambahkan tanda tanya di depannya. Ader ? = Masa? LokEn ? = Masa? Untuk kata terakhir (sung) sebenarnya memiliki kedekatan arti dengan “sumpah” makanya terkadang kita menambahinya dengan kata lain “onong”. Onong itu apa ya arti Indonesianya... nih contoh: “eh, Guh... shalat fardhu itu hukumnya apa sih?” aku jawab, “ooh, shalat fardhu ya hukumnya wajib banget tho.” Nah dibales lagi, “Sung onong wajib banget???” nah dalam bahasa Indonesianya, “Sumpah wajib banget?” alias nggak ada arti spesifiknya. 
Untuk lebih memudahkan kalian, berikut aku sertakan audio percakapan cara mengucapkannya. Dengarkan dengan seksama dan praktekkan tiga kata tersebut. Transkrip percakapan beserta artinya:

"klik percakapan ader.wav atau jika tidak bisa klik link ini"


Transkrip:
Cewek: eh wa, sebenere shalat fardhu kwe hukume apa sih wa? (eh bro, sebenarnya shalat fardhu itu hukumnya apa sih, bro?)
Cowok: ooh shalat fardhu? Yaa hukume wajib banget dilakoni. (ooh shalat fardhu? Yaa hukumnya wajib sekali dilakukan.)
Cewek: ader wajib banget? Loken wajib? Sung onong wajib?
            Ya, begitulah pelajaran bahasa ngapak kita untuk hari ini. Aku harap kalian bisa langsung mempraktekkannya ketika sedang tidak percaya pada omongan temanmu atau siapapun itu. Semangat, wa ..... :D



Rabu, 18 Februari 2015

Bahasa Ngapak (1) : ARIKLING


Arikling !


           Sesuai janjiku kemarin, mulai hari ini aku akan mengajarkan pada kalian bagaimana berbahasa ngapak. Aku harap jika ada pertanyaan, kalian tidak bertanya, “apa bahasa ngapaknya selamat pagi, selamat siang atau selamat malam.” Karena di kehidupan sosial kami tidak memiliki yang seperti itu, atau sebenarnya ada tapi kita tidak terbiasa mempraktekannya. Hari ini aku akan memberitahu kalian satu kata saja. Iya, tidak usah banyak-banyak belajarnya cukup satu kata saja per posting.

            Pernah engga kalian mengucapkan kata yang secara reflek diucapkan ketika sedang menonton bola. Misal (ini misal ya, tolong jangan tersinggung) si Torres sudah dalam posisi satu lawan satu sama kiper, terus dia gagal menceploskan bola itu ke dalam gawang. Apa yang kalian katakan? Pasti antara, “gobloook” “anjiiiiing” atau  yang anak pesantren mungkin mengumpatnya jadi dalam bahasa Arab “KaaLbuuun”.
            Nah, di bahasa ngapak, kita mengenal kata “Arikling”. Dibaca apa adanya ya. I mean, kalian tidak perlu membacanya dengan prononsasi “Eraiklaing” kecuali kalau kalian adalah orang Amerika yang sedang belajar bahasa ngapak. Nah, dalam situasi yang sama (menonton bola) kita sering secara reflek mengatakan arikling dengan intonasi yang bermacam-macam. Ada yang singkat; ARIKLING ! ada pula yang panjang di bagian akhirnya; ARIKLIIIIIING.
            Eits, tapi bukan berarti arikling mempunyai arti kasar ya. Entahlah dalam bahasa Indonesianya apa, tapi mungkin mendekati kata “payah”. Misalnya lagi nih, “Koen arikling nemen sih dadi uwong”. Bahasa Indonesianya adalah kamu kok jadi orang arikling banget sih. Hal itu terjadi dalam konteks misalkan aku yang sudah berumur 23 tahun, sudah sekolah dari tingkat SD sampai S-1 tapi tetap saja belum bisa mengerti pelajaran Matematika (curhat). Nah, dalam konteks yang seperti itu, kalian boleh mengatakan, “koen arikling nemen sih dadi uwong.” Atau bisa juga, “Arikling, Matematika kan gampang masa engga bisa.”

            Oke itulah pelajaran bahasa ngapak kita hari ini. Bagaimana? Sudah paham dengan pelajaran yang pertama ini? mudah kan ... Hah....? belum paham? ARIKLING !!!!

Selasa, 17 Februari 2015

Pengantar Pelajaran Bahasa Ngapak

Oke, mulai hari ini saya akan sedikit berbagi ilmu pengetahuan yang sangat dan teramat penting untuk dipelajari. Kenapa? Ya supaya blogku ini isinya nggak Cuma galau-galau dan kesedihan saja tapi juga ada ilmu yang bermanfaat bagi siapapun yang tersesat membaca blog ini.
            Kalian pasti sering mendengar si artis (lumayan) cantik dan seksi sekali Kartika Putri berkata-kata dengan logat aneh kan? Iya betul, dia sedang mempraktekan gaya bahasa atau logat bahasa ngapak. Bahasa ngapak adalah bahasa pergaulan, bahasa daerah yang digunakan di kota-kota berikut; Brebes (tapi ada sebagian kecamatan yang berbahasa Sunda), Tegal, Pemalang, Purbalingga, Banjarnegara, Banyumas, Cilacap dan sebagian kecil orang Pekalongan.

dok pribadi
.
            Ada perbedaan-perbedaan mendasar antara bahasa ngapak Brebes dengan Tegal dan juga antar satu daerah dengan daerah lain. And of course, Ngapak Language is not as lebay as Kartika Putri pronounces. Ingat, tulisan bahasa ngapak dibaca apa adanya tidak seperti bahasa Jawa Semarang, Jogja dan kawan-kawannya. Misalnya, di bahasa ngapak ada kata “Lara” yang artinya sakit, maka cara membacanya juga tetap lara, bukan “loro” atau “Loru”. Cara mengucapkan “sendal” juga tetep sendal, bukan sendol. Oke?
Perbedaan misalnya di Brebes-Tegal kata “kamu” kita menggunakan “koen” maka di daerah Banyumas, Cilacap kata “kamu” dikatakan “Ko”. Contoh, di Brebes & Tegal, “Wa, koen wis adus durung?” artinya; Mas, kamu sudah mandi belum?. Maka di Banyumas-Cilacap mereka berkata, “Wa, ko wis adus durung?”. Perbedaan lainnya adalah penambahan kata akhiran, di Brebes-Tegal biasanya menggunakan –sih, sebagian juga menggunakan -jehmaka di daerah Banyumas-Cilacap biasanya menggunakan –koh. Ingat, koh bukan artian koh nya China ya.

Nah, dalam pengantar pelajaran bahasa ngapak ini aku ingin tegaskan pada siapapun yang membaca ini, bahwa pelajaran yang ingin aku sampaikan adalah bahasa ngapak versi Brebes. Itu adalah kota yang terkenal, khas dengan telur asinnya, sate blengong, nasi lengko dan jalan berlubang dimana-mana. Haha. Pelajarannya insyaAllah mulai besok ya, ini Cuma pengantar saja. Jangan lupa ya follow twitterku entar aku kasih cipok deh :* emmuah ...... #LOL ... Hah? Toli nyong kudu ngomong wow kaya kuwe??? 

Selasa, 10 Februari 2015

Aku, Relativitas & Interstellar (part 1)

Kembali lagi berjumpa dengan tulisanku yang tidak ada manfaatnya buat siapapun yang membacanya. Berbeda dengan tulisan-tulisan blogger terkenal yang katanya persiapan menulis harusnya lebih lama ketimbang saat penulisan, Aku menulis hanya sebagai pelampiasan atas waktuku yang tak jarang terbuang. Apalagi setiap postingan dari awal sampai akhir paragraf terbuat hanya dalam waktu beberapa menit saja. Jadi tulisan-tulisanku hanya bualan yang nggak bermutu sih sebenarnya.

gambar anak soleh
.

            Oke sudah cukup basa-basinya, itu mah buat nunjukkin doang kalo aku seakan-akan anaknya rendah hati dan nggak sombong. Sebelum baca postingan ini saya sedikit menyarankan kalian untuk baca teori-teori Einsten tentang Relativitas atau minimal menonton film Interstellar. Sebab, jika kalian tidak melakukan 2 hal tersebut sebelum membaca postingan ini maka kalian akan maaaati. *sumpah ini bercanda. Kali ini serius, kalo kalian nggak melakukan dua hal tersebut diatas sebelum membaca tulisan ini maka kalian akan sedikit banyak bingung.

            Begini, di alam semesta ini ada suatu makhluk Tuhan yang bernama blackhole. Katanya, apapun yang bergerak mendekati blackhole maka ia akan terhisap tanpa bisa keluar kembali. Apapun itu ! Semut, Nyamuk, Manusia, Jokowi, Planet, Bintang, Meteor bahkan cahaya pun tidak sanggup untuk keluar dari lubang hitam jika sudah terlanjur masuk ke dalamnya. Lalu apa gunanya? Belum ada yang tahu. Aku pribadi, selalu  memikirkan, “tidak mungkin Tuhan menciptakan makhluk tanpa ada fungsi. Pasti ada maksud dan fungsinya entah apapun itu. Hanya manusianya saja yang belum sanggup memahami.” Iya, aku memang kalo lagi mikir, mikirnya lamaa. Kadang temen disampingku sampai bingung aku kenapa gara-gara suka tiba-tiba diam gitu aja. Padahal aku lagi mikir, entah apapun topik yang ada di pikiranku. Pikiranku memang kepo ya, suka bertanya-tanya “kenapa?” padahal aku sendiri nggak suka sekali ditanya kenapa.

            Mau tahu salah satu hal yang pernah aku pikirkan? Oke, saya anggap mau tahu. Nih;
“Relativitas waktu. Waktu di bumi dengan waktu di planet lain berbeda. Matahari yang kita lihat sekarang adalah matahari 8 menit yang lalu. Secara kan, kecepatan cahaya matahari untuk sampai di Bumi adalah 8 menit kecepatan cahaya. Gimana dengan galaxy tetangga ya? Kan jaraknya 3.5 miliar tahun cahaya. Berarti itu adalah dunia 3.5 miliar tahun yang lalu dong? Lhah, terus keadaan “sekarang”nya di galaxy itu kayak apa dong?”

“Relativitas waktu, satu menit di Bumi bisa sampai 1 tahun bahkan puluhan tahun di planet lain. QURAN !!! di kitab suci al-Quran sering disebutkan bahwa waktu 1 hari di neraka sama dengan 1000 hari di bumi. Apakah, neraka adalah planet di luar sana? Kan ada juga planet yang super panas seperti Venus, atau planet tanpa daratan seperti Jupiter yang hanyalah planet gas raksasa. Berarti kalau neraka adalah sebuah planet, pertanyaan apakah neraka sudah diciptakan atau belum sudah terpecahkan dong? Lagian, Rasulullah SAW kan pernah,-atau mungkin sering kali ya, jalan-jalan ke luar angkasa. Penggambaran Rasulullah SAW tentang neraka juga detail. Siapa tahu beliau berkali-kali MI’RAJ ke luar angkasa dan melihat planet-planet super panas yang ternyata itu adalah neraka? yaAllah, maaf Aku sudah terlalu lancang berpikir.”

Aku, Relativitas & Interstellar (part 2)

Sebenarnya masih banyak sih pikiran-pikiran nakalku yang sering bikin aku tiba-tiba diam lamaaa banget. Tapi, cukup lah aku beritahu dua hal itu, saya kira kalian bisa menebak seperti apa aku hanya dengan membaca dua pertanyaanku itu. Oke cukup sampai situ saja karena maksud tulisan ini sebenarnya tidak ke arah situ.

Jadi di film Interstellar, ceritanya si tokoh utamanya masuk ke lubang hitam secara sengaja. Di film itu digambarkan bagaimana dia tetap bisa hidup di dalam lubang hitam dengan tarikan-tarikan gravitasi yang begitu besar. Lalu tibalah adegan dia masuk di inti lubang hitam yang ternyata adalah Ruang 5 Dimensi. Itu adalah ruang dimana semua “role film” kehidupan kita dari awal sampai akhir berada. Di film itu si tokoh utama yang berada di ruang 5 dimensi mencoba untuk memberitahu dirinya sendiri yang berada di dunia nyata untuk tidak melakukan sebuah kesalahan (nah untuk jelasnya, tonton lah film itu susah jelasinnya). Bicara tentang Role film kehidupan, bagi kalian yang beragama Islam dan PERNAH NGAJI, pasti deh tahu yang namanya, “hisaban yasiiron” bagi orang-orang yang gemar beramal shaleh, dimana hari perhitungan dosa-dosa hanya ditampilkan selayaknya layar film saja. Tidak dihitung dengan rinci dan mendetail. Dua kyai saya dalam berdoa pun mengharapkan itu, yang satu (rohimahullah) doanya, “haasibni hisaban yasiiro”, dan satunya berdoanya, “laa tuhaasibni...” *pengen tahu artinya? KOMEN !”.


ruang 5 dimensi

Katakanlah teori di film itu benar bahwa kita yang berada di masa depan (kembali lagi ke relativitas waktu antara luar angkasa dengan bumi) mencoba untuk memberi tahu kita di dunia sekarang dengan cara-cara yang tidak kita ketahui. Kita yang sedang berada di ruang 5 dimensi itu sedang berusaha untuk memberitahu kita tentang perbuatan-perbuatan kita sekarang, dan berujung penyesalan di dunia ruang 5 dimensi /blackhole/masa depan itu. Hanya saja, berhubung orang yang berada di alam itu tidak bisa berkomunikasi lewat suara maka cara yang digunakan adalah dengan kode-kode. Entah itu menjatuhkan barang secara teratur, atau dengan suara-suara ketukan berirama. Entahlah waAllahu A’lam.

Nah, masih anggap saja teori itu benar, lalu apa yang sedang Teguh Pradhana lakukan di ruang 5 dimensi? Apa yang Teguh Pradhana masa depan lakukan demi Teguh Pradhana sekarang? Aku tahu banyak hal yang aku lakukan sekarang bisa mengakibatkan penyesalan di masa depan, tapi aku ngga bisa mengelak. Nah, aku nggak merasa si Teguh Pradhana yang sedang berada di ruang 5 dimensi itu berusaha untuk menghentikan aku. Aku tetap seperti ini-ini saja. Skripsi misalnya, aku sudah sangat terlambat dalam mengerjakannya. Aku tahu, keterlambatan skripsi akan membuatku menyesal dan harusnya, si Teguh masa depan itu sudah merasakan penyesalan itu, tapi kenapa dia diam saja ya. Aku curiga jangan-jangan si Teguh itu Cuma sedang duduk-duduk manis aja pasrah sambil ngopi. Ngopinya ditemani malaikat Munkar – Nakir, yang nahan dongkol.

Manusia Berasal dari bintang

Ya udahlah, masih anggap saja teori ada diri kita di masa depan itu benar, semoga saja Aku yang disana segera memberitahu aku apa yang harus cepat-cepat aku lakukan. I need you to show me the way !!! “iki lho carane....” entah bagaimanapun caranya. Entaskan aku dari kemalasan ini yang pastinya akan masuk ke daftar role film dosa di ruang 5 dimensi itu....... please.

Senin, 02 Februari 2015

Kata Indonesia Yang Wajib Kamu Ketahui

Oke, berhubung banyak manusia-manusia berumur 15 sampai 19 tahun yang belum pada paham. Saya memutuskan untuk memposting sebuah artikel berjudul sebagaimana tersebut diatas. hehehehehe. Bukan bermaksud untuk mengajari, tapi sebagai tambahan ilmu saja. Terutama remaja-remaja putri yang masih polos belum tahu apa-apa, kalau diperbodoh cowok-cowok bajingan bagaimana? Ingat, jenis-jenis cowok itu ada dua; SATU !!!! Cowok yang kayak Teguh Pradhana.... DUA !!!! Cowok Bajingan (iyain aja biar cepet).
Oke langsung kita mulai saja pelajarannya (gayanya kayak pak Guru);

1.     Ikkeh Ikkeh Kimochi
Sebenarnya kata itu bukanlah apa-apa sebelum negara api menyerang. Oh sebelum si Dzawin menjadikannya materi Stand Up di SUCI 4. Jadi ceritanya, cewek Jepang itu kalau lagi “main” suka mengeluarkan desahan ikkkkeeh ikkkeeh, cara bahasa Indonesianya ya “aaahh aahhhhh” Sedangkan kimochi artinya enak. Jadi, ikkeh ikkeh kimochi dalam bahasa Indonesianya adalah ? a. Haji Abang   b. Haji RW  c. Haji Kardun  d. Haji Mukhidin (ngaco)
2.     IYKWIM
Adalah singkatan bahasa inggris dari kalimat IF YOU KNOW WHAT I MEAN. Tetapi di kalangan anak muda khususnya netizen, IYKWIM lebih diartikan untuk hal-hal yang berbau tai kucing itu (nggak tahu ya, soalnya aku nggak pernah nyium, Cuma katanya bau. Dah gitu aja). Contoh kalimat; Malam-malam kehabisan tisyu, akhirnya terpaksa pakai pasta gigi #IYKWIM. Paham?
3.     Fap-fap
Adalah berasal dari bahasa inggris juga, yang artinya masturbasi. Tidak bocow? Eh tidak paham juga? Masturbasi itu yaa cara ilmu fikihnya istimta’. Gimana sih, bahasa Indonesia aja nggak pada paham apalagi bahasa Arab. Intinya, fap-fap itu kalo cowok ya dipegang terus diurut pelan-pelan terus temponya dicepetin sampe keluar “airnya”. Kalo cewek fap-fap yaa, ambil sikat gigi kek, apa timun, kalau kurang besar ya pakai terong terus dimasukkan ke “kulkasnya”.
4.     Dildo
Adalah semacam mainan seks / alat bantu seks bagi wanita-wanita haus belaian. Biasanya ya berbentuk antara sikat gigi, kayak timun, kalau kurang besar ya kayak terong. Terus dimasukkan ke kulkas pake tangan ( :v )
5.     MILF
Adalah sebutan untuk tante-tante atau ibu-ibu mesum.
6.     Tri Jipi
Adalah format video mesum yang paling sering didownload, tulisannya.3gp. Kenapa? Karena size nya kecil, paling besar sekitar 14 Mb an. Format video lainnya ya Mp4, Flv, kenapa aku tahu? Temenku bilang gitu, aku sih nggak pernah download. Dosa soalnya, tapi kalo cuma nonton doang sih sering.  
7.     PS
PS disini bukan play station yang sering aku mainin ya, tapi phone sex. Yaitu telfonan terus ngobrolin fantasi-fantasi melakukan adegan seks.
Nah, itu kata-kata mesum yang paling sering digunakan oleh kalangan netizen. Terutama oleh para jones-jones yang sering berkeliaran di foto-foto cewek cantik di Fb/twitter. Apalagi kalo di foto tersebut ceweknya adalah cewek yang fu*ckable girl. Biasa lah, kalo ada foto cewek berjilbab langsung yang komentar “subhanallah” “masyaAllah” “allahu akbar” “Sami’allahu liman hamidah” dan lain2. Sebaliknya, ketika ada foto cewek yang paket hemat (paha-dada) diumbar-umbar, maka komentarnya pun antara; ngajak PS (pelajaran nomor 7), langsung cantumin PIN BBM, atau yang kurang pede sama wajah lebih memilih kirim pesan.  Kenapa aku tahu?

Sebelumnya, saya minta maaf jika di postingan ini kurang afdhol karena tidak mencantumkan gambar / 3gp nya karena dosa =D. oh, iya ini postingan 21 tahun plus lho. Jadi bagi kalian yang berumur kurang dari 21 tahun lebih jangan baca postingan ini !!! ... *Late Warning*

Senin, 06 Oktober 2014

Sombong Tiada Arti

Sombong itu bukan tentang siapa mereka, tapi justru tentang siapa diri kita?
Ketika melihat orang lain susah mendirikan shalat, tak usahlah kita langsung bersombong diri. Lihatlah ke diri kita sendiri terlebih dahulu, apakah kita juga sudah teratur mendirikan shalat 5 waktu? Kalau sudah menjalankan shalat 5 waktu apakah semuanya itu selalu tepat waktu setiap harinya? Kalau sudah tepat waktu setiap harinya apakah orientasi shalat kita sudah mengharapkan ridho Allah atau hanya sekedar menggugurkan kewajiban kita sebagai umat Islam? Kalau orientasi kita sudah mengharapkan ridho-Nya, apakah shalat kita sudah berimplikasi baik terhadap perilaku kita di kehidupan sehari-harinya?

Apa yang mau kamu sombongkan dari ibadah? Bahkan jikapun hidupmu hanya dihabiskan untuk beribadah, itu tidak cukup untuk memasukkanmu ke surga-Nya. Keep humble, ya! Jangan sombong. Sungguh, tak sebutir pasirpun pantas untuk kita bersikap sombong. Karena Al-Mutakabbir hanya milik Allah yang Dzat Maha segala Maha.

Kamis, 21 November 2013

Rukhshah Dalam Shalat Jamaah

I. Pendahuluan
Salah satu syiar yang agung dalam Islam adalah shalat berjamaah di masjid. Para ulama sepakat bahwa melaksanakan shalat fardhu di masjid merupakan salah satu ketaatan yang sangat dianjurkan dan ibadah yang paling besar untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Shalat fardhu di masjid merupakan salah satu syiar agama yang paling tampak dan paling besar.
Allah SWT telah mensyariatkan kepada umat Islam untuk berkumpul dalam waktu-waktu tertentu. Di antaranya adalah berkumpul di waktu siang dan malam hari. Seperti shalat lima waktu, dalam artian lima kali sehari-semalam orang-orang muslim berkumpul di masjid untuk melaksanakannya.
Umat Islam sejatinya telah menjalankan shalat berjamaah dengan tekun
dan sangat membenci orang-orang yang meninggalkannya sejak masa Nabi SAW. Namun begitu, dalam shalat berjamaah terdapat keringanan-keringanan (rukhshah) untuk meninggalkannya jika ada udzur yang menghalanginya. Islam memberikan keringanan ini supaya umat Islam bisa senantiasa menjaganya dan menegakannya tanpa merasakan kesempitan dan kesukaran.
II.                Rumusan Masalah
A.    Apa hukumnya shalat berjamaah?
B.     Apa saja keringanan-keringanan di dalam shalat jamaah?
III.             Pembahasan
A.    Hukum Shalat Berjamaah
Shalat disyariatkan pelaksanaannya secara berjamaah. Dengan berjamaah, shalat makmum akan terhubung dengan imamnya. Legalitas syara’ shalat jamaah ditetapkan dalam al-Quran, as-Sunnah, dan Ijma’ para ulama. Allah SWT berfirman,
Artinya, “dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka.”(QS, an-Nisa; 102)
Ayat ini menunjukan legalitas shalat berjamaah dalam kondisi ketakutan, sehingga legalitas pelaksanannya dalam kondisi aman jelas jauh lebih utama. Rasulullah SAW bersabda melalui hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a,
صلاة الرجول في جماعة تزيد على صلاته في بيته و سوقه خمسا وعشرين درجة
Artinya, “Shalat seseorang secara berjamaah melebihi shalatnya di dalam rumahnya dan pasarnya dengan tingkat kelebihan 25 derajat.”
Shalat berjamaah termasuk salah satu keistimewaan yang diberikan dan disyariatkan untuk umat Islam. Ia mengandung nilai-nilai pembiasaan diri untuk patuh, bersabar, berani, dan tertib aturan, disamping nilai sosial untuk menyatukan hati dan menguatkan ikatan.
Adapun terkait dengan hukum shalat berjamaah, penyusun menemukan bermacam-macam hukum beserta kehujjahan dalil pendukungnya. Dalam satu hadits, Nabi SAW mengancam akan membakar rumah orang-orang yang tidak melaksanakan shalat berjamaah. Ancaman dan kecaman Nabi SAW tersebut kepada orang yang meninggalkan shalat jamaah membuat sebagian ulama menyatakan wajib dan fardhu ‘ain. Namun sebagian yang lain menyatakan fardhu kifayah, dan sebagian lain menyatakan bahwa shalat jamaah adalah syarat sah shalat, sehingga shalat tidak akan sah jika tidak dilaksanakan secara berjamaah tanpa adanya udzur. Adapun pendapat yang rajih dalam hal ini adalah pendapat yang disampaikan oleh mayoritas ulama yang mengatakan bahwa shalat berjamaah hukumnya adalah sunnah muakkadah.[1]
Hadits yang menjadi dasar pertimbangan hukum tersebut adalah hadits narasi Abu Hurairah r. a bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:
إنّ أثقل صلاةٍ على المنافقين صلاةُ العشاء و صلاةُ الفجر و لو يعلمون ما فيهما لأتوهما ولو حبوا و لقد هممتُ أن آمُر بالصلاةِ فتُقامَ ثمّ آمُرَ رجُلاً فيصلّي بالنّاس ثمّ أَنطلِقَ معيْ برجالٍ معهم حُزامٌ من حطبٍ إلى قومٍ لا يشهدون الصلاة فأُحرِّقَ عليهم بيوتهم بالنّار. (مُتّفقٌ عليه)
Artinya, “Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh, padahal andai mereka mengetahui apa yang tersimpan di dalamnya, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan merangkak. Aku sebenarnya ingin memerintahkan mereka untuk shalat, lalu dirikanlah shalat, kemudian aku perintahkan salah seorang laki-laki untuk menjadi imam shalat bagi orang-orang, kemudian aku bertolak bersama sejumlah laki-laki yang bersamaku membawa seikat kayu bakar ke tempat kaum yang tidak menghadiri shalat (berjamaah), lalu aku bakar rumah mereka dengan api. (Muttafaqun Alaih)
Ancaman membakar rumah mereka jika dipandang secara literal mengandung arti wajib. Namun kemungkinan, hadits diatas berlaku bagi orang munafik yang mengabaikan shalat berjamaah di masjid lalu meninggalkan shalat walaupun secara sendirian. Hal ini dapat dipahami dari hadits Ibnu Mas’ud r.a yang artinya,
“Peliharalah kelima shalat ini ketika kumandang adzan diserukan, sebab mereka adalah termasuk sunnatul-Huda dan sesungguhnya Allah SWT telah mensyariatkan kepada Nabi-Nya sunnah-sunnah al-Huda. Kau telah melihat kami dan tidak ada yang tertinggal dalam menunaikannya kecuali orang munafik yang jelas-jelas munafik. Kau telah melihat kami, dan sungguh seorang laki-laki akan dipapah diantara dua orang laki-laki hingga ia diberdirikan di barisan (shaff shalat), padahal tidak ada salah seorangpun diantara kalian kecuali ia memiliki masjid di rumahnya. Jikalau kalian shalat di rumah kalian dan meninggalkan masjid-masjid kalian maka kalian telah meninggalkan sunnah Nabi kalian dan jika kalian tinggalkan sunnah Nabi kalian, maka kalian benar-benar sesat.”[2]
Ditetapkannya hukum sunnah muakkadah untuk shalat berjamaah juga dilihat dari beberapa hadits Rasulullah SAW yang menggunakan kalimat “lebih baik” dan penggunaan kalimat-kalimat yang menunjukkan keutamaan shalat jamaah. Pendapat ini dianut oleh mayoritas ulama dari kalangan Hanafiyyah, Malikiyyah dan Syafiiyyah[3]. Sedangkan Syafii dan Malik sendiri mengatakan bahwa hukum shalat berjamaah adalah fardhu kifayyah, artinya jika di dalam satu desa tidak ada yang shalat berjamaah, maka berdosa.
B.     Rukhshah dalam shalat jamaah
Islam memang begitu menganjurkan umatnya untuk melaksanakan shalat berjamaah, namun ia memberikan keringanan-keringanan untuk meninggalkannya. Namun begitu, keringanan yang diberikan tersebut harus disertai dengan adanya uzur yang menghalanginya melaksanakan shalat berjamaah.
Para ulama telah menyebutkan uzur-uzur yang karena keberadaannya seseorang diberikan rukhshah untuk tidak mengerjakan shalat berjamaah. Uzur-uzur tersebut diantaranya;
1.      Sakit
Maksud dari sakit disini adalah seseorang mengidap penyakit yang menyebabkannya tidak bisa menghadiri shalat jamaah. Adapun terkait hal ini Rasulullah SAW bersabda,
إذا مرِض العبدُ أو سافر كُتِب له ما كان يعمل صحيحاً مقيماً
Artinya, “Jika seorang hamba sakit atau sedang bepergian, maka ia mendapatkan pahala sebagaimana ketika ia mengerjakannya (shalat jamaah) pada waktu sehat meskipun di dalam rumahnya.[4]
Rasulullah SAW sendiri menjelang akhir hayatnya, beliau jatuh sakit selama tiga hari. Selama rentang waktu itu, beliau tiduran di balik hijabnya dan menyuruh umatnya untuk menunjuk Abu Bakr r.a untuk menjadi imam shalat.
2.      Hujan lebat, adanya lumpur atau angin badai
Islam memberikan keringanan untuk meninggalkan shalat berjamaah bagi orang-orang yang memiliki uzur-uzur tersebut. Namun begitu, uzur hujan lebat, lumpur atau angin badai harus disertai adanya masyaqqah (kesusahan) bagi orang yang hendak melaksanakan shalat jamaah. Adapun ketika zaman sekarang ketika turun hujan lebat orang-orang bisa masuk ke mobil mereka kemudian bisa sampai ke masjid untuk shalat berjamaah, maka tidak ada rukhshah buatnya[5].
Para ulama berpendapat bahwa hikmah dari uzur ini adalah karena maksud daripada shalat berjamaah tidak akan terwujud kecuali dengan kekhusyukan di dalam shalat. Sedangkan karena hujan lebat, banjir lumpur atau karena angin badai, shalat menjadi tidak khusyuk dan menyebabkan kekacauan di dalam hati[6].
3.      Memakan bawang merah dan bawang putih
Seseorang yang setelah memakan dua jenis bawang ini diperbolehkan untuk tidak shalat berjamaah di masjid, sampai hilang baunya. Hal ini sesuai sabda Nabi SAW yang artinya,
“Barang siapa memakan jenis sayuran ini, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami sampai hilang baunya, yaitu bawang putih.”[7]
4.      Uzur lainnya
Diantara halangan lainnya adalah cuaca yang sangat dingin, sangat panas, keadaan gelap gulita, menahan kencing, berak dan kentut. Takut kepada orang zalim disekitar masjid atau dari orang yang menghutangi sedangnkan ia masih dalam keadaan belum mampu untuk melunasi[8]. Uzur lainnya, khawatir akan harta benda, keluarga dan nyawa, terburu-buru hendak bepergian jauh dan boleh meninggalkan shalat jamaah jika Imam shalat terlalu lama atau terlalu cepat[9]
IV.             Kesimpulan
1.      Hukum shalat berjamaah adalah sunnah muakkadah, jika dilihat dari kalimat-kalimat yang dipakai oleh Nabi SAW adalah merupakan kalimat-kalimat yang menunjukkan keutamaan, seperti afdhalu, tazidu dan lainnya.
2.      Boleh tidak menghadiri shalat jamaah di masjid jika memiliki halangan-halangan yang bersifat membebani (masyaqqah) seperti; hujan lebat, banjir lumpur, badai angin, cuaca yang ekstrem dan lain sebagainya.
V.                Penutup
Demikian makalah ini kami susun. Pemakalah menyadari ada banyak kekurangan baik dalam segi isi maupun teknik penyusunan makalah. Pemakalah selalu terbuka terhadap kritik dan saran dari pembaca guna perbaikan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi siapapun yang membacanya.








Daftar Pustaka

Abul Bashal, Ali. 2011. Rukhshah Dalam Shalat. Jakarta: Akbar Media
Al-Fauzan, Saleh. 2005. FIQIH Sheari-hari. Jakarta: Gema Insani Press
M Azzam, Abdul Aziz & Abd Wahhab Sayyed. 2009. Fiqh Ibadah. Jakarta: Amzah


[1] Abdul Aziz M Azzam & Abd Wahhab Sayyed, Fiqh Ibadah, (Jakarta: AMZAH, 2009), hlm. 239
[2] Hadits riwayat Ahmad dan Muslim
[3] Ali Abul Bashal, Rukhshah Dalam Shalat, ( Jakarta: Akbar Media, 2011), hlm. 90
[4]Saleh al-Fauzan, FIQIH Sehari-hari, (Jakarta: Gema Insani Press, 2005), hlm. 140
[5]Abdul Aziz M Azzam & Abd Wahhab Sayyed, Fiqh Ibadah, hlm. 263
[6]Ali Abul Bashal, Rukhshah Dalam Shalat, hlm. 104-105
[7] Ali Abul Bashal, Rukhshah Dalam Shalat, hlm.105
[8] Abdul Aziz M Azzam & Abd Wahhab Sayyed, Fiqh Ibadah, hlm. 263
[9] Ali Abul Bashal, Rukhshah Dalam Shalat, hlm.114

LJK Kuis Bhs. Inggris Set 1

  Ku Peluk Hatimu - NOAH Soal bisa dilihat di pdf yang sudah saya kirimkan LJK Kuis set-1 klik aja disini