Tampilkan postingan dengan label Observasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Observasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Oktober 2021

Tipe-tipe Anak Kecil Ketika Shalat

Anak-anak mengaji setelah shalat

Aku sering memperhatikan beberapa anak kecil yang shalat di masjid ini. Tingkah mereka yang polos memang terkadang lucu, gemesin dan seringnya ngeselin sih. Gimana nggak ngeselin kalo pas kita sedang shalat (yang susah banget buat Khusyu’) mereka malah begini, nih. Check it out !

Jumat, 09 April 2021

Diksi Bagus Untuk Membuat Tulisanmu (Terlihat) Keren

 

Jangan lupa minum air putih dulu


Ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan saat menulis sebuah artikel, baik itu artikel formal maupun artikel kasual. Salah satu hal yang tidak bisa kamu kesampingkan adalah pemilihan-pemilihan kata. Sama seperti aspek-aspek penulisan lainnya yang juga penting, diksi yang kamu tuliskan di dalam tulisanmu pun harus diperhatikan dengan seksama.

Seringkali penulis memuat satu diksi yang terdengar baru atau belum jamak digunakan di khalayak luas untuk menambah kesan ilmiah. Berikut ini adalah diksi-diksi yang bisa kamu pakai untuk membuat tulisanmu terlihat sedikit keren. Here we go!

Kamis, 25 Maret 2021

Bagaimana Cara Menjawab Soal Reading dengan Cepat?

 

Strategi-strategi Menjawab Soal Reading Comprehension

Gambar dari sini


Berikut ini adalah dialog antara saya dengan salah satu siswa lesku di suatu sore yang teduh. Posisi baru saja tiba di tempat les dan tas juga masih nyangklong di punggungku.  Tapi dia, sebut saja namanya Diva, sudah menghentikan langkahku untuk bertanya. Iya “sebut saja”, karena saya lupa nama aslinya;

“Mas Teguh, bentar dong jangan masuk kelas dulu. Saya mau tanya.”

Pinta dia seraya membolak-balik kertas berisi soal-soal Kuantitatif. Hehe, enggak ya bercanda, yang bener soal emmm semua sesi ada deh kayaknya. Pokoknya krusak-krusek-krusak-krusek begitu bunyi kertasnya.

“Iya silakan, dek.” Jawabku dengan suara yang bijaksana. (uwu)

“Ini nomer 1 sama nomer 5 menurut mas Teguh apa jawabannya?”

Aku lihat, kemudian sejurus kemudian menjawab...

“Nomer 1 C, 5 C.”

“Lhooooh, kok jawabannya sama sih kayak guruku di sekolah. Kenapa C sama C mas? Kenapa nggak D sama E?” Timpal Diva.

Rupanya percakapan depan pintu kelas antara aku dengan Diva disimak oleh UI, kan Simak UI, hehehehe. Maksud saya, disimak oleh beberapa siswa lesku yang lain. Mereka pun ikut bersuara, “Mas, ih....kok bisa sih jawab cepet banget gitu gimana caranya?”

“Ya tau jawabannya lah, orang saya yang bikin soal itu.” Jawabku sambil berusaha sekeras mungkin untuk menahan ketawa. 

Sabtu, 30 Januari 2021

Anda Penikmat Indomie yang Seperti Apa? (Sebuah Tulisan)

 

Tentang Sekte Penikmat Indomie, Agama & Politik

Penulis: M Teguh Pradhana*

 

S

epertinya mayoritas orang Indonesia setuju bahwa Indomie adalah makanan terfavorit pilihan rakyat (Al-fatihah bagi peracik bumbu Indomie yang telah berpulang ke rahmatullah). Indomie menjadi idaman terutama bagi manusia-manusia yang pernah atau sedang menjalani fase hidup nge kos kayak saya ini, Indomie adalah sahabat sejati yang tetap ada di masa sulit. Dalam artikel ini, saya ingin sedikit mengeluarkan isi pikiran tentang Indomie, sedikit juga tentang Agama dan Politik. Ya, sedikit saja karena saya bukanlah seorang agamawan atau politikiawan.

*Dok Pribadi, difoto barusan pakai timer

Jumat, 29 Januari 2021

Hal-hal Kocak Tentang Juventus FC

 

Hal-hal Kocak yang Terjadi di Klub Bola Bernama Juventus FC

Penulis: M Teguh Pradhana*

Gambar dari sini

Belakangan ini, terus terang di kepala saya ada begitu banyak ide yang ingin saya kejewantahkan ke dalam bentuk; entah itu tulisan atau video di channel YouTube saya (yang isi videonya bisa kamu klik via link ini). Mulai dari urusan hobi, olahraga, politik sampai ke hal-hal yang sifatnya pribadi. Namun, setiap jari jemari ini sudah menyentuh deretan keyboard di laptop rasanya sulit untuk menerjemahkan ide-ide di kepala saya untuk menjadi sebuah tulisan. Apalagi saya ini termasuk orang yang ketika menulis sesuatu selalu kesulitan saat merangkai paragraf pendahuluan. Ya, sama seperti sekarang lah, kalian pas baca paragraf ini pasti sambil mengernyitkan dahi seraya berpikir, “ini paragraf prolog apaan nih? Ora mbejaji babar blas.” Jadi, ayolah kita mulai saja pembahasan pada kali ini tanpa sebuah paragraf pembukaan.

Selasa, 24 November 2015

Setelah Salam Selesai Shalat

doc. pribadi

Assalamualaikum.... hehehehe
Postingan di blog Darah Hitam Putih kali ini akan membahas tentang apa yang  orang-orang lakukan setelah shalat selesai. Tepatnya apa yang mereka lakukan sesaat setelah salam. Tentu, hal ini berdasarkan pengamatan yang aku lakukan setiap habis shalat berjamaah (seringnya di Masjid al-Ikhlas perum BPI Semarang). Mungkin juga apa yang aku tuliskan dibawah ini juga dilakukan oleh orang-orang yang shalat sendirian. Berikut adalah tipe-tipenya.
 
1.    Membaca wirid sampai doa selesai
Tipe yang satu ini masih lumayan mendominasi masjid ketika shalat selesai. Kenapa lumayan mendominasi, karena disaat Dzuhur dan Ashar tipe ini justru menjadi minoritas. Tipe ini sendiri memiliki perbedaan. Ada jamaah yang wiridannya dengan suara keras, ada yang menggunakan suara pelan ada pula yang dalam hati.
2.    Membaca wirid sampai Ayat Kursi  lalu pergi.
Jadi, urutan membaca wirid setelah shalat adalah sebagai berikut; Istighfar, Tauhid, Allahumma Antassalam, al-Fatihah, Ayat Kursi, Tasbih, Tahmid, Takbir, Tahlil baru membaca doa. Nah, ada sebagian jamaah shalat yang tidak langsung pergi, melainkan sedikit bersabar sampai ayat kursi selesai dibaca.
3.    Selesai salam langsung doa lalu pergi
Tipe seperti ini adalah yang paling banyak muncul ketika waktu Dzuhur dan Ashar, entah kenapa. Mungkin karena terburu-buru sekali. Jumlah tipe ini waktu Maghrib, Isya dan Shubuh sebetulnya lumayan banyak juga sih dan biasanya anak muda, anak kecil dan pelajar. Begitu salam, assalamualaikum... assalamualaikum,,,, langsung angkat dua tangan ... berdoa, usap-usap wajah, lalu pergi. Ada juga beberapa yang begitu salam langsung pergi begitu saja tanpa doa. Kalian tahu kenapa? Karena mereka kebelet pipis.
4.    Bengong
Ini menarik nih. Ada banyak yang aku perhatikan setelah selesai shalat mereka diem.... bengong.... seperti sedang memikirkan hubungan dengan si dia yang berada di ambang kata putus ehhh. Terus terang, aku juga sering ketika selesai shalat lanjut bengong. Memikirkan banyak hal. Kadang tentang orang tua, kadang tentang masa depan dan seringnya tentang masa lalu.
5.    Ngobrol sama orang di sampingnya
Tipe yang satu ini sebenarnya mengganggu. Tapi mau gimana lagi, yang ngobrol orang tua, masa mau ngelarang-ngelarang. Toh, yang murah juga masih banyak.~[1]
6.    Langsung pergi
Sebenarnya, silakan-silakan saja kalau sehabis salam mau langsung pergi, tapi mbok ya sadar posisi. Sadar SHOFF  gitu loh. Kalau dari awal ngga pengen wiridan, ya jangan ambil posisi shalat tepat di belakang Imam. Ambil posisi berdiri di pinggiran, jadi ketika pergi ngga melangkahi jamaah-jamaah di shoff belakangan yang masih wiridan. Sedikit curhat juga ya, aku terkadang sering disuruh untuk maju Imam, nah setelah selesai baca doa terus nengok ke belakang sudah kosong blong tuh rasanya nggak enak banget. YAQIN !. I guess, imam-imam senior pun merasakan hal yang sama. Kalo ngga percaya, coba deh jadi Imam. Postingan ini akan aku kasih titik tanpa ada paragraf penutup terlebih dahulu, Wassalaaaam .............



[1]Larang adalah bahasa Jawa yang artinya mahal

Selasa, 17 November 2015

Tipe-tipe Juventini Indonesia

Berikut ini aku tuliskan tipe-tipe Juventini Indonesia musim 2015/2016. Tulisan ini adalah hasil pengamatan secara langsung yang saya ambil dari status-status para Juventini. Tentu saja ini adalah tipe Juventini yang berkeliaran di media sosial. Check it out.

Pemain Juventus Merayakan Gol Lichsteiner
     
1.     Tipe Salah Allegri
Tipe ini adalah juventini yang sukanya bilang, “PECAT ALLEGRI !” Juventus kalah atau seri langsung update status, “PECAT ALLEGRI !” walaupun menang tapi Paulo Dybala tidak dimainkan tetep update status, “PECAT ALLEGRI !”. Sampai Rugani tidak dimainkan pun Juventini tipe ini update statusnya, “PECAT ALLEGRI !”. Padahal kalau dipikir secara jernih, bagaimana mau bereksperimen memainkan pemain muda kalau menurunkan pemain-pemain berpengalaman saja masih keteteran?
2.     Tipe Salah Manajemen
Ini juga banyak berkeliaran di beranda-beranda media sosial. Aneh saja sih ketika melihat jajaran pemain baru yang datang dengan banderol mahal tapi masih aja manajemen dikatain pelit. Lihat deh Dybala 32 juta, Mandzukic 19 juta, Alex Sandro, Zaza. Mungkin Juventini tipe ini Cuma sok-sokkan biar kelihatan pinter. Hehe. Aku masih inget, dulu “mereka” goblok-goblokkin Marotta gara-gara gagal mendatangkan Juan Iturbe, Van Persie, Shaqiri dan Dzeko. Tapi lihat sekarang... dimana dan seperti apa mereka bermain.
3.     Tipe Salah Pemain
“Cuadrado Goblook...” ... “Pogba gimana sih, mainnya nggak jelas suka kehilangan bola.” “Hernanes ngga pantas main di Juve.”
Yaa, itu adalah sebagian status Juventini tipe salah pemain yang berkeliaran di beranda ketika Juve sedang bermain.
4.     Tipe Juventini Sejati
Ini adalah tipe yang banyak bermunculan ketika Juve kalah tapi juga banyak yang memusuhi. Gimana tidak, ketika Juve kalah mereka malah update status, “Menang kalah tetep dukung!” ... ya gimana, masa kalah didukung?
Tipe ini juga khas sekali dengan slogan mereka yang, “menang tanpa arogansi... bla bla bla.” Intinya, tidak boleh mencela apapun yang berkaitan dengan Juve baik ketika menang, seri ataupun ketika kalah. Haram hukumnya mencela Juve. Biasanya, mereka bakal bilang, “Sana dukung aja klub lain kalo ngga bisa tahan lihat keadaan Juve.” Ketika lihat ada orang yang mengkritik permainan Juve.
5.     Tipe Biasa Saja
Tipe ini adalah tipe yang, “BODO AMAT.” Yang penting Juve main aku nonton!
Hahaha, ya itulah tipe-tipe Juventini Indonesia yang beredar di media-media sosial ketika Juve sedang bertanding. Kenapa harus Juve? Well, karena aku Juventino jadi aku posting tulisan mengenai Juventini deh. Terus aku tipe yang mana? Aku juga bingung, mungkin aku adalah Juventino tak bertipe. Haha. Aku nggak mempermasalahkan orang2 yang teriak, "PECAT ALLEGRI !" ... well, karena memang dari awal lawan Dortmund sampe sekarang gitu2 terus mainnya, wajar lah klo ada yg minta pecat.
Aku juga ngga mempermasalahkan orang2 yang teriak menyalahkan pemain. Entah itu Pogba, Hernanes, Mandzukic dll. Krn jelas, para pemain hobi membuang peluang. 
Aku juga ngga mempermasalahkan orang2 yang teriak menyalahkan jajaran manajemen, karena "cuma" mendatangkan barisan rising star bukan star. 


Yang bikin aku gedek tuh orang2 yg hobinya ngaku2, kayak; Tifosi sejak 1990 lah, Tifosi seri B lah, sudah nonton juve sejak jaman Scirea lah. Ataaau, orang2 yg suka bawa2 komunitas. APALAGI, sama yg sukanya bilang, "Bawa pulang DEL PIERO." "Bawa pulang Lippi" !!! O my GOD sekalian aja bilang bawa pulang Platini dan Boniperti.

Rabu, 04 November 2015

AYO SHOLAT BERJAMAAH !

Dulu, bapak-bapak jamaah masjid disini sangat banyak. Ketika mereka berkumpul, canda tawa selalu teriringi di sela-sela obrolan mereka. Baik itu ketika selesai shalat Maghrib/Shubuh maupun ketika berkumpul pas ada acara Tahlilan. Rasanya menyenangkan ketika melihat orang-orang tua itu rajin meramaikan kegiatan masjid.
Kemudian, aku menjadi saksi perginya satu per satu dari mereka.  Ada yang pergi karena pindah rumah seperti Abah Mansyur dan Pak Mujiono. Ada yang pergi “mendadak” tanpa alasan, pindah jamaah entah itu di masjid lain atau bahkan shalat di rumah. Ada pula yang pergi untuk menghadap Allah SWT. Orang-orang yang begitu rajin meramaikan kegiatan-kegiatan masjid begitu saja dipanggil oleh-Nya. Disamping fakta bahwa para almarhum memang sudah berumur “cukup”, perginya mereka meninggalkan suatu bekas yang nampaknya tidak tergantikan.
   
Doc. Pribadi


Contoh, biasanya ketika sedang ada pengajian, di pojok kanan masjid duduk seorang bapak Anwar (Alm). Sekarang tak ada lagi. Biasanya ketika jam sudah menunjukkan pukul 01:30 dinihari sudah ada pak Harno (Alm) mendirikan shalat sunnah qiyamul lail. Dan banyak lagi hal-hal yang biasa ada, namun kini tidak ada lagi.
Sayangnya kepergian sebagian jamaah tersebut, tidak tergantikan oleh anak-anaknya. Itu dalam skala mikro, makronya adalah para pemuda di komplek ini memang seperti enggan untuk menjejakkan kaki mereka di pelataran masjid.
Para pembaca sekalian yang semoga dirahmati oleh Allah. *ehm* Adalah hal yang dianjurkan bagi para orang tua untuk membawa serta anak-anak mereka ketika shalat berjamaah di Masjid. Aku nggak ngarang lho, setidaknya itu menurut buku yang aku temukan di rak Quran masjid al-Ikhlas BPI Semarang.
Mbok ya kalo mau masuk surga tuh ajak-ajak, jangan pengennya kesana sendirian. Ketika kalian mau jamaah ke masjid ya ajak lah sebanyak mungkin yang bisa diajak; bapak, ibu, terutama anak-anak dan usahakan para asisten rumah tangga juga diajak. Disini, aku jarang sekali melihat orang yang datang ke masjid ramai-ramai satu keluarga. Ada pak A tapi datang ngga sama istrinya. Ada istri tapi nggak dateng sama suaminya. Ada anaknya, tapi ngga datang sama orang tuanya. Ada orang tua, tapi ngga shalat sama anaknya. Sendiri-sendiri. nafsi-nafsi. Padahal ini masih di dunia belum di padang Mahsyar lho. Belum waktu kiamat juga tapi udah nafsi-nafsi.
Sekali lagi, ajak lah mereka. Matikan tv mereka, rampas hape mereka ketika adzan sudah berkumandang. Ajak mereka semua berjamaah di Masjid. Jangan kalian pergi sendiri, aktif jamaah sendiri. Supaya ketika kalian yang rajin berjamaah tiada, anak-anak kalian bisa menggantikan, meneruskan atau minimal bisa merepresentasikan sosok kalian.
“waaah, itu Mas Imut anaknya almarhum pak sigit ya?” kata pak Far
“iya, rajin ya shalatnya. Kayak bapaknya.” Timbal pak Vir
Itu yang aku maksud dengan merepresentasikan.
            Kalo dari pemerintah ada gerakan #Ayomondok. Sekarang mari kita galakan sebuah gerakan #AyoJamaah #AyoMasukSurgaBareng-Bareng. Ingat? Perbandingan shalat sendiri dengan shalat berjamaah adalah 1:27, kan?

NB:
ternyata Aku bisa juga bikin artikel serius. 

hehehehehehehehehehehe

Sabtu, 31 Oktober 2015

I HATE THESE ANIMALS

Perlu kalian tahu, animals itu bahasa Inggris. Kalo dibahasa-Indonesiakan artinya hewan-hewan. Kenapa hewan-hewan bukan hewan saja? Karena di akhir kata ada ketambahan huruf “S”, nah tanpa huruf S itu jadinya animal artinya.... hewan. *Fakta penting nggak penting*
            Menurut kamus yang ada di hape android saya, hewan adalah makhluk bernyawa yang mampu bergerak (berpindah tempat) dan mampu bereaksi terhadap rangsangan, tetapi tidak berakal budi. Harap diperhatikan, “tidak berakal budi.” Jadi bisa saja berakal Anto, berakal Joni, intinya bukan Budi. Bukan ! kasihan Budi, dia sudah cukup berat menahan beban ini budi ini bapak budi ini ibu budi.   

            Nah, dari sekian juta jenis hewan ada beberapa yang betul-betul bikin aku jengkel setengah mati seperti cintaku kepadanya *aish*. Hewan apa sajakah itu, check this out, Gan!
1.     NYAMUK
     Tanpa perdebatan lah ya. Mana ada sih orang di dunia ini yang menyukai nyamuk? Ada juga Pat Kai tuh yang suka nyamuk. Itu juga buat dia makan bukan buat dipacarin. #ehh kesitu lagi. Satu hal yang bikin aku benci setengah mati sama doi adalah mereka (bukan hakimmm kiiitaaaa....) demen banget hangout di sekitar telingaku. Emang dikira telingaku ini Kafe Pakde Ikan apa? Kalo dibayangin juga ngga asik banget deh obrolan mereka.
“hey, bro mau kemana?”
“mau nongkrong2 nih.... ikut nggak lu?”
“nongkrong dimana dulu?”
“di telinganya Teguh tuh yang sedang kesepian....”
“oke, ayok kita ramaikan.”
Dan mereka pun berbondong-bondong mengerubungi telinga saya yang yaaaa kayaknya sih lumayan ada wangi-wanginya gitu. Alasan lain kenapa aku benci nyamuk selain suaranya yang berisik, gigitan mereka gatal dan kadang bikin bentol-bentol. *masa siiih*
2.      SEMUT
    Kayaknya selain Nabi Sulaiman dengan dr. Hank Pym nggak ada lagi deh yang berteman sama semut. Mereka tuh ngeselin. Apa-apa disemutin. Dulu katanya ada gula ada semut, sekarang ada apa-apa ada semut. Air putih aja disemutin. Laptopku juga disemutin sama semut. Semut mati lho disemutin.! Yang lebih ngeselin lagi, mereka suka tiba-tiba gitu aja udah di telingaku (again) dan atau di sekitar daerah mata. Kan jadi parno, gimana kalo tiba-tiba mereka berhasil masuk dan bertelur di dalam mata atau telingaku kayak yang diberitain di on the spot? (hanya di on the spot jreng jreng jreng.... hanya di on the spot jreng jreng jreng) = OtS versinya Ruben Onsu.
3.     KECOA
Jadi ceritanya, tiba-tiba mata kananku gatal, bengkak dan iritasi parah. Kata orang-orang sih itu gara-gara dikencingin sama kecoa. Semenjak saat itu aku putuskan untuk membenci kecoa (apalagi kecoa yang bisa terbang ... huffft ). Mereka juga kadang kurang ajar. Aku pernah tuh mergokin salah satu kecoa (namanya aripin), tuh anak habis main gitu berenang-renang dalam toilet, eh tanpa cuci, sabun, shampoan tiba-tiba langsung main aja ke kamarku. Kan ngeselin ya udah aku usir aja deh tuh kecoa.
4.     ANJING
Oke oke .... aku tahu, anjing itu imut. Iya imut sih imut, tapi kan anjing? Please dong, jangan suka ujug-ujug sudah di belakangku. Kaget, takut dan bikin tumpah es jahe susu yang barusan dibeli. *curhat*
Harusnya kalian para anjing (I hope one of you read this post) bisa lah membedakan mana orang-orang yang beragama Islam mana yang non-Islam. Kan dulu pas di Sekolah sudah diajarin, kalo buat orang-orang Islam anjing tuh najis mugholadoh. Aku sering tuh pas mau pergi ke warung makan terus ngelewatin rumah yang ada anjingnya, tuh anjing lagi ngetem depan gerbang. Ya Tuhaaaan sengaja banget lu mau bikin gua takut. dasar anjing.
Satu hal yang bikin aku benci setengah mati. Kenapa suaranya anjing tuh “Guk Guk..” ???? kan itu mirip orang-orang pas manggil namaku, “Guh,,, guh ... Teguh..” :’( ganti laaah,,,,, “ngok ngok” keek ... “crit crit” Crot crottt ... atau apa laah jangan guk guk.

Yak sodara-sodara, itulah hewan-hewan yang paling aku benci. Sebenarnya sih ada lagi kayak Kutu Rambut, Ular, Singa, Babi, T-Rex, Indominux Rex (ok abaikan) tapi yang 4 itu bencinya aku udah di ubun-ubun sih. Soalnya setiap hari ketemu terus sama hewan 4 itu. Kan sebel..... sebel sambalado. 
SAMBEL !!!

Minggu, 22 Februari 2015

Durian Itu Enak

Everyone needs at least one hobby, masing-masing individu membutuhkan minimal satu kesenangan. Apalah artinya hidup tanpa hobi? Pasti hidupnya garing dan nggak menarik. Itu sih menurutku, mungkin bagi mereka yang kontra memiliki hobi hanyalah membuang-buang waktu dan materi saja. Itulah hal yang membuatku heran, kok bisa begitu ya?
Nah, dari sekian banyak hobi, mungkin aku memiliki hobi yang sebenarnya cukup banyak. Membaca, Menyanyi, makan, menonton film. Menurutku, 4 hal tersebut yang menjadi hobiku harusnya adalah hal-hal yang mudah juga disukai oleh orang lain. Nah, maka dari itu saya heran saja  sama orang-orang yang;

Comic Detective Conan *Dok Pribadi

1.     Tidak Suka Baca Komik
Ada banyak, banyak sekali dari teman-temanku yang bilang, “aku ngga tahu caranya menikmati komik. Komik nggak menarik” Hey, come on guys, Spider-Man, Bat-Man, Super-Man, Ant-Man, SugihMan, Iron-Man, Crows Zero, Rurouni Kenshin itu semua sebelum muncul di layar bioskop adalah tokoh-tokoh dalam dunia komik, Man. Memang sih, perlu diakui ada komik yang halaman 1 nya dimulai dari arah kiri dan ada pula komik yang halaman satunya dimulai dari arah kanan. Tapi, that’s not a big deal I think, you just too stupid to understand.

2.     Tidak Suka Nonton Film
Sebuah industri yang sangat menggiurkan dengan dana pembuatan satu film saja mencapai ratusan juta rupiah. Melibatkan puluhan orang terkenal dan ratusan orang figuran. Diekspor ke mancanegara. Bahkan muncul situs-situs download yang non-bayar untuk memfasilitasi (secara ilegal) mereka yang tidak sempat atau tidak punya uang untuk ke Bioskop. Dan setelah semua itu, masih ada yang nggak suka nonton??? Aku sering lho ketemu orang yang ngga tahu siapa itu Robert Downey, Chris Evans, Tom Cruise, bahkan Iko Uwais ngga kenal ! lalu aku tanya, lha bintang film yang kamu kenal siapa? Dia jawab, “Saipul Jamil, Dewi Persik, Sule”.
3.     Tidak Suka Makan Durian
Hey, Man.... Durian is the king of fruit. Rajanya buah-buahan, buah paling enak, harganya mahal dan kalian tetap nggak suka walaupun dikasih gratis? Fuck that, Man. Kalian sungguh rugi.

Ya, aku kira kali ini tiga hal itu saja dulu keheranan terkait suka tidak suka. Sama seperti tiga jenis manusia diatas, jujur aku nggak suka bahkan cenderung benci dengan Matematika. Bagi kalian yang menyukainya, sah-sah saja bilang ke aku, “tolol lu, goblok, buat apa hidup di dunia kalau nggak suka matematika. Mending mati aja lu.” Ya oke, siap.... nggak usah disuruh juga bakalan mati sendiri (tapi kalian duluan yang mati aku mah nanti berpuluh tahun lagi, kalian besok) hahahaha. 

Senin, 16 Februari 2015

Alasan Mereka Meninggalkanku?

Adakah seseorang di dunia ini yang merasa sama seperti Aku? Atau pernahkah kalian melihat seorang yang seperti aku? Lho, emang aku seperti apa? Aku adalah All-alone Creation, guys. Aku adalah sesosok makhluk, manusia dan...... hidup yang apa-apa selalu sendiri. Pergi nonton sendirian, jalan-jalan sendirian, mengerjakan PR sendiri, duduk di kafe sendirian, nonton stand up comedy sendirian, ngerjain skripsi sendirian, foto-foto selfie sendirian, nonton bokep sendirian ... oke, aku sudah melenceng. Deskripsi di bawah ini adalah penggambaran yang 97% akurat tentang aku sendiri. Tentu saja tidak aku simpulkan secara seenak sendiri tapi ada beberapa yang diambil dari pendapat sebagian orang yang mengaku mengenalku.

Gambar cowok sendirian. *dok pribadi

.
          Kata salah satu guruku .... engga ding, tapi hampir semuanya, selalu berkata bahwa manusia itu makhluk sosial, selalu butuh teman, selalu berkoloni, selalu menggerombol. Kata orang-orang, setiap manusia yang hidup pasti setidaknya memiliki satu teman di hidupnya. Setiap manusia yang hidup pasti memiliki setidaknya satu orang yang selalu menemaninya. Iya, itu semua benar, tapi bagi mereka saja ..... tidak untukku. Kalau tidak salah, aku pernah memposting sebuat entry yang berjudul Manusia Anti-teori, nah teori bahwa setiap manusia yang hidup memiliki temanpun mentah di tubuhku.
Entahlah, nampaknya ada semacam kutukan yang menempel di tubuh ini. Sebab, sebaik apapun yang aku lakukan pasti selalu salah di mata orang-orang. Percaya deh, aku benar-benar nggak mempunyai teman, satu pun (apalagi pacar). Aku pun bertanya-tanya, apa yang salah kenapa aku bisa tidak memiliki teman. Setelah berpikir matang, ternyata yang salah adalah diriku sendiri, eksistensiku sendiri adalah salah. Ngenes? Iya aku memang lagi mau mencurahkan kengenesanku. Aku juga nggak lagi bercerita ke manusia, aku sedang bercerita ke blog yang aku anggap hidup.
          Inilah alasan-alasan kenapa aku begitu tidak menarik bagi kalian. Check it out:
1.     Fisikku
Apa yang salah dengan fisikku? Tidak ada. Semua anggota tubuh ada, lengkap. Tapi begitu ada banyak manusia yang baru melihatku satu kali saja sudah merasa enggan untuk berteman denganku. Banyak, banyak sekali terlalu sering aku merasakan sulit berteman dengan orang-orang yang bahkan baru melihatku. Entahlah, tapi memang begitu adanya. Jangankan berteman, untuk sekedar menanggapi ngobrol pun enggan. Intinya, begitu pertama kali melihatku langsung merasa jijik kali ya :D “Manusia yang tak dianggap manusia”
gambar cowok jelek banget *dok pribadi

2.     Ekspektasi Vs Realita
Ini juga sering aku alami dan temui terhadap mengapa orang-orang meninggalkanku. Pertama kenal, mereka pikir aku anak alim, sholih dan pinter agama melihat aku adalah lulusan pondok pesantren. Terus, ketika aku menunjukkan sisi bengalku entah itu dari sikap atau tutur kata, mereka langsung kecewa dan pergi dari kehidupanku. Tanpa pernah kembali bertutur sapa lagi.

3.     Tidak Bisa Diatur
Jadi pernah, aku gabung ke segerombolan anak. Waktu itu, karena bosan saja terus-terusan sendiri dan kebetulan mereka mengajakku gabung. Berhubung di kelas aku sering bercanda-canda gitu, mereka pikir bisa dengan seenaknya sendiri meluncurkan guyonan slapstik dengan objek utama aku. Dan mereka nggak berhasil menertawakanku karena aku bisa dengan mudahnya bersikap tak acuh. Lalu mereka jadi nggak mau mengajakku lagi. Kejadian seperti ini juga sering aku alami.
4.     Tidak bisa diomongin
Nah ini yang paling buruk. Aku selalu kurang menghargai pendapat orang (katanya). Padahal ekspresi wajahku ini atau kata-kata melalui pesan singkat aku rasa wajar. Aku merasa tidak menunjukkan ketidakhormatan. Ketika orang ngomongin aku, terus wajahku tidak menatap wajahnya, langsung deh aku dihakimi tidak bisa menghargai. Padahal omongannya juga aku dengerin dengan seksama. Entahlah.
5.     Terlalu mudah mengambil kesimpulan
Iya, aku memang suka berkata, “berarti” “berarti” “berarti” dan walaupun seringnya benar, mereka tetap saja meninggalkanku. Alasannya personal banget, “Aku nggak suka kalo kamu suka mengambil kesimpulan sendiri.”
6.     Miskin
Sudah jadi rahasia umum lah, cowok kaya pasti punya banyak teman. Teliti saja sendiri. kalian boleh berkata, “iya kan mereka Cuma memanfaatkan uangnya doang.” It’s ok. Mungkin itu benar, tapi tak apa guys. Aku malah sangat ingin seperti itu. Bisa mentraktir orang jajan, makan, traktir konsumsi nongkrong itu menyenangkan. Teman adalah kepentingan, lalu kepentingan apa yang berhubungan dengan orang miskin?
7.     Bodoh dan Malas
Iya, aku bodoh sekali dan celakanya aku malas. Aku bukanlah Firsta yang selalu ranking 1 dan selalu mendapatkan beasiswa. Seumur hidup, aku belum pernah dapat beasiswa. Dan aku malas mencarinya. Bukan malas sembarang malas, tapi malas yang sangat masyaAllah sekali. Aku adalah sosok makhluk yang sering sekali berkata, “nanti aja lah.” Ngeselin banget engga sih? Dan asu nya, saking malasnya, aku bisa menghabiskan 24 jam sehari ini dan 24 jam sehari berikutnya dengan tidak melakukan apa-apa!! Luar biasa kan? Dari hal satu ini aku kehilangan banyak orang; Setio Setiadji, Pak Maulana, Pak Kholiq, Mba Noorma (wkwk), Ayahku, Ibuku, banyak .....banyak sekali. Kemalasanku mengakibatkan orang-orang jadi malas sama aku. Baka.
8.     Terlalu Apa Adanya
Katanya, hidup paling enak itu kalau kita menjadi diri sendiri dan inilah yang aku dapatkan. Karena aku terlalu jadi diri sendiri, terlalu apa adanya inilah orang-orang jadi menjauhiku. Aku nggak bisa akting jadi orang atau kepribadian lain. Aku ya, dimanapun, selalu seperti ini.

9.     Alasan yang Normatif
Inilah yang masih membuat aku bertanya-tanya. Mereka bilang, “Aku terlalu baik” “Aku terlalu wah” “Aku terlalu berada di level atas mereka.” Itu sumpah alasan meninggalkan yang asu dan seasu-asunya guys. Baik dari mananya ketika banyak yang meninggalkanku justru dengan alasan bahwa aku nggak cukup baik? Wah dari mana nya ketika hidupku justru penuh dengan kengenesan? Kalau sudah begini aku mung iso ngomong jaaaancuk. *gaya nya Bayu Skak*
Terakhir, alasan personal dari mereka-mereka yang meninggalkanku adalah karena aku terlalu belagu dan sok. Padahal, apa yang bisa aku belaguin? Apa yang bisa aku sok-kan? Hey, aku Cuma bercanda. Dan sial, mereka benar-benar tidak bisa membedakan mana aku yang bercanda dan mana aku yang serius. Aku memang nggak konsisten.

Oke, Seperti biasa, aku cantumkan maksud dari entryku. Kali ini aku hanya sedang ingin menginstropeksi diri sendiri sebelum orang lain (lagi) yang menilai aku. Dan aku ngga mengharapkan kalian mengatakan sembilan poin itu karena aku sudah mengatakannya. Apa yang aku harapkan dari kesepianku ini? Entahlah.......hidupku memang hanya berputar soal meninggalkan dan ditinggalkan.

Selasa, 10 Februari 2015

Aku, Relativitas & Interstellar (part 2)

Sebenarnya masih banyak sih pikiran-pikiran nakalku yang sering bikin aku tiba-tiba diam lamaaa banget. Tapi, cukup lah aku beritahu dua hal itu, saya kira kalian bisa menebak seperti apa aku hanya dengan membaca dua pertanyaanku itu. Oke cukup sampai situ saja karena maksud tulisan ini sebenarnya tidak ke arah situ.

Jadi di film Interstellar, ceritanya si tokoh utamanya masuk ke lubang hitam secara sengaja. Di film itu digambarkan bagaimana dia tetap bisa hidup di dalam lubang hitam dengan tarikan-tarikan gravitasi yang begitu besar. Lalu tibalah adegan dia masuk di inti lubang hitam yang ternyata adalah Ruang 5 Dimensi. Itu adalah ruang dimana semua “role film” kehidupan kita dari awal sampai akhir berada. Di film itu si tokoh utama yang berada di ruang 5 dimensi mencoba untuk memberitahu dirinya sendiri yang berada di dunia nyata untuk tidak melakukan sebuah kesalahan (nah untuk jelasnya, tonton lah film itu susah jelasinnya). Bicara tentang Role film kehidupan, bagi kalian yang beragama Islam dan PERNAH NGAJI, pasti deh tahu yang namanya, “hisaban yasiiron” bagi orang-orang yang gemar beramal shaleh, dimana hari perhitungan dosa-dosa hanya ditampilkan selayaknya layar film saja. Tidak dihitung dengan rinci dan mendetail. Dua kyai saya dalam berdoa pun mengharapkan itu, yang satu (rohimahullah) doanya, “haasibni hisaban yasiiro”, dan satunya berdoanya, “laa tuhaasibni...” *pengen tahu artinya? KOMEN !”.


ruang 5 dimensi

Katakanlah teori di film itu benar bahwa kita yang berada di masa depan (kembali lagi ke relativitas waktu antara luar angkasa dengan bumi) mencoba untuk memberi tahu kita di dunia sekarang dengan cara-cara yang tidak kita ketahui. Kita yang sedang berada di ruang 5 dimensi itu sedang berusaha untuk memberitahu kita tentang perbuatan-perbuatan kita sekarang, dan berujung penyesalan di dunia ruang 5 dimensi /blackhole/masa depan itu. Hanya saja, berhubung orang yang berada di alam itu tidak bisa berkomunikasi lewat suara maka cara yang digunakan adalah dengan kode-kode. Entah itu menjatuhkan barang secara teratur, atau dengan suara-suara ketukan berirama. Entahlah waAllahu A’lam.

Nah, masih anggap saja teori itu benar, lalu apa yang sedang Teguh Pradhana lakukan di ruang 5 dimensi? Apa yang Teguh Pradhana masa depan lakukan demi Teguh Pradhana sekarang? Aku tahu banyak hal yang aku lakukan sekarang bisa mengakibatkan penyesalan di masa depan, tapi aku ngga bisa mengelak. Nah, aku nggak merasa si Teguh Pradhana yang sedang berada di ruang 5 dimensi itu berusaha untuk menghentikan aku. Aku tetap seperti ini-ini saja. Skripsi misalnya, aku sudah sangat terlambat dalam mengerjakannya. Aku tahu, keterlambatan skripsi akan membuatku menyesal dan harusnya, si Teguh masa depan itu sudah merasakan penyesalan itu, tapi kenapa dia diam saja ya. Aku curiga jangan-jangan si Teguh itu Cuma sedang duduk-duduk manis aja pasrah sambil ngopi. Ngopinya ditemani malaikat Munkar – Nakir, yang nahan dongkol.

Manusia Berasal dari bintang

Ya udahlah, masih anggap saja teori ada diri kita di masa depan itu benar, semoga saja Aku yang disana segera memberitahu aku apa yang harus cepat-cepat aku lakukan. I need you to show me the way !!! “iki lho carane....” entah bagaimanapun caranya. Entaskan aku dari kemalasan ini yang pastinya akan masuk ke daftar role film dosa di ruang 5 dimensi itu....... please.

LJK Kuis Bhs. Inggris Set 1

  Ku Peluk Hatimu - NOAH Soal bisa dilihat di pdf yang sudah saya kirimkan LJK Kuis set-1 klik aja disini